Image default
Home » Bukit yang Dulunya Rimbun Kini Gundul, Warga Cibener, Nagreg Keluhkan Penggalian Pasir
Kabar Kabupaten Bandung

Bukit yang Dulunya Rimbun Kini Gundul, Warga Cibener, Nagreg Keluhkan Penggalian Pasir

Warga sekitar kampung Cibener yang berada di Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, tekah lama merasakan dampak adanya perubahan lingkungn sekitar mereka. Mereka mengeluhkan akan adanya aktivitas galian pasir yang telah sering dilakukan yang berlokasi tidak jauh dari permukiman warga sekitar.

Adapun lokasi dari galian pasir yang terjadi tersebut tepat berada di salah satu bukit yang di mana 100 meter di bawah bukit tersebut adalah lokasi permukiman warga.
Pada saat aktivitas penggalian pasir tersebut dilakukan disetiap harinya warga masyarakat sekitar lokasi penggalian mengaku bahwa debu pasir yang berasal dari lokasi galian acap kali terbawa oleh angin yang kemudian hal tersebut yang dikeluhkan oleh warga karena sangat mengganggu dan mengotori halaman rumah warga, lebih lagi dimusim kemarau seperti saat ini.

Selain dari debu yang dihasilkan, hilir mudik kendaraan berat yang membawa hasil penggalian pasir di jalan desa tersebut menjadi menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan didesanya. Eri (45) seorang warga Kampung Cibener yang ditemui pada Rabu (19/9/2019), mengatakan bahwa penggalian pasir tersebut sudah dimulai sejak tahun lalu dan sebelumnya tidak diketahui kedatangannya oleh masyarakat.

“Tahu-tahu sudah ada saja pengerukan pasir disini,” ucap Eri Selain itu juga Eri menuturkan bahwa warga sekitar pun menjadi khawatir karena bila aktivitas galian pasir tersebut terus dlakukan terus menerus akan dapat memicu terjadinya pergerakan tanah serta material galian tersebut dapat menimbun permukiman rumah warga. “Sekarang lihat saja, di atas bukitnya saja sudah gundul, padahal bukit tersebut sebelumnya itu rimbun dan sejuk,” imbuhnya.

Selain Eri warga setempat lainnya yang ditemui dihari yang sama, Ina (40) mengatakan bahwa di musim kemarau seperti saat ini, udara di sekitar perkampungan yang berada di sekitar lokasi galian pasir tersebut menjadi berdebu dan tidak lagi sejuk seperti beberapa tahun lalu.

“Udaranya jadi lebih kebul dari biasanya, dalam satu hari saja bisa 3 kali menyapu halaman rumah dan warung,” ujarnya. ( Aldy / Klik Bandung )

Related posts

Gara-gara mempunyai Penyakit Yang Sulit Disembuhkan, Oday Kodariyah Raih Kalpataru.

admin

Kecelakaan Minibus di KM 153 Tol Padaleunyi

admin

Persib Lawan Persebaya, Tanpa Bauman dan Febri

admin