Image default
Home » Dikira Begal Kemudian Dipukul, Ternyata Satu di Antaranya Hanya Seorang Sopir Angkot
Cimahi Kabar

Dikira Begal Kemudian Dipukul, Ternyata Satu di Antaranya Hanya Seorang Sopir Angkot

Akhir-akhir ini sangat viral di dunia maya beredar video masyarakat yang melakukan pemukulan
terhadap dua orang pria yang kuat diduga akan melancarkan aksi begal kepada salah satu warga setempat
yang berada di wilayah Kota Cimahi.

Akan tetapi hasil penyelidikan kepolisian, warga setempat memergoki kedua pelaku yang diduga hendak mencuri di rumah kosong dan kemudian terpaksa melakukan kekerasan tersebut karena kesal akan aksi kejahatan yang mulai meningkat diwilayahnya.

Dalam video yang viral berdurasi 18 detik tersebut diketahui titik lokasi pengeroyokan berada di Jln.
Gajah, Komplek Suaka Indah RT 07/12, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan. Video
tersebut viral ketika tersebar lewat media sosial, termasuk whatsApp. Banyak penonton video tersebut
yang menyangka bahwa kedua pria yang dipukuli oleh warga tersebut merupakan para pelaku pencurian
kendaraan bermotor alias begal yang sering menghantui masyarakat akhir-akhir ini.

“Pad awalnya pada 10 September sekitar jam 18.00 ditangkap oleh warga setempat seorang pelaku
pencurian rumah kosong. Jadi, keterangan yang beredar melalui media sosial tersebut masih terkait
dengan kasus begal itu adalah tidak benar atau hoaks,” tutur Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman
pada saat mengklarifikasi viralnya video tersebut di Mapolsek Cimahi Selatan Kompleks Pharmindo Jalan
Mendut Kota Cimahi, Jumat (14/9/2018).

Rumah yang menjadi sasaran para pencuri tersebut miik salah satu warga yakni Sani Kusuma Winardi.
Setelah kedua pria tersebut diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ternyata hanya Roni
Widianto (37) saja yang terbukti sebagai pelaku pencurian. Akan tetapi Anwar (32) tidak terbukti sebagai
pelaku pencurian tersebut.

Kronologinya adalah, pelaku yang bernama Roni tersbeut masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel pintu depan rumah yang menggunakan sebuah linggis. Sementara itu Anwar menunggu Roni di motor yang digunakan Roni di pekarangan rumah. “Pada saat itu lah peristiwa itu diperegoki oleh masyarakat. Dan akhirnya tersangka dapat ditangkap oleh warga termasuk temannya yang menunggu di atas motor,” ujar Sutarman.

Setelah dilakukannya pemeriksaan secara intensif oleh petugas kepolisian, ternyata pelaku yang bernama
Anwar hanyalah menjadi seorang sopir angkot yang mengetahui aksi pencurian yang akan dilakukan oleh
temannya yaitu Roni. Anwar hanya dimintai tolong oleh Roni hanya untuk mengantar ke rumah calon
korbannya tersebut. Pihak kepolisian juga telah mengkonfrontir Roni dengan Anwar. Berdasarkan hasil
konfrontir yang telah dilakukan tersebut, Roni membenarkan dan menyatakan bahwa Anwar tak terlibat.
“Oleh sebab itu karena tidak adanya bukti valid yuridis bagi kita untuk menjerat Anwar, oleh karena itu
kita kembalikan kepada keluarganya dan telah kamijelaskan kepada pihak korban,” katanya menegaskan.

Adapun pelaku Roni berhasil menggasak satu buah laptop dan satu buah speaker di rumah korban
tersebut. Selain mengalami luka akibat aksi pemukulan yang dilakukan oleh warga, tersangka Roni juga
harus menerima ancaman hukuman selama 7 tahun dengan pelanggaran pasal 363 KUHPidana. Pihak
kepolisian juga akan mendalami aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga setempat. “Warga
yang sudah main hakim sendiri terhadap dua pria tersebut. Dalam aturan dan undang-undang itu tidak
diperbolehkan adanya main hakim sendiri, terlebih lagi jika sampai menghilangkan nyawa seseorang,”
ucapnya. ( Aldy / Klik Bandung )

Related posts

Persib Lawan Persebaya, Tanpa Bauman dan Febri

admin

Menjelang Laga Duel Seru Persib Bandung Vs Arema Fc, Tuan Rumah Lebih “Diunggulkan”. Mengapa?

admin

Dewan Kesehatan Rakyat Sampaikan Aspirasi Masalah BPJS Kesehatan ke Istana

admin