Image default
Home » Lagi, keberhasilan PT Pindad Kembangkan Mesin dan Kendaraan Menggunakan Bahan Bakar B50
Kabar Kota Bandung Nasional

Lagi, keberhasilan PT Pindad Kembangkan Mesin dan Kendaraan Menggunakan Bahan Bakar B50

PT Pindad (Persero) akhir-akhir ini tengah membuat sebuah prototipe mesin pertanian serta kendaraan
taktis Komodo yang dirancang menggunakan biodiesel, istimewanya lagi adalah mesin-mesin tersebut
dapat menggunakan bahan bakar campuran CPO sebesar 50 persen atau B50.

Riset yang dilakukan oleh PT Pindad menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk dapat
menciptakan green biodiesel sehingga diharapkan akan dapat meminimalkan penyaringan yang
terdapat pada bahan bakar tersebut.

“B20 kami sudah jalan, sudah clear. Malah sekarang ini kami menuju B50 yang selanjutnya adalah
B100,” tutur Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose pada saat peluncuran Filling Machine Anjungan
Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-0).

Dia menuturkan lagi bahwa, PT Pindad saat ini sedang melakukan komunikasi intens dengan penyedia
mesin karena adanya perubahan nozle dan penyaringan mesin yang akan kita gunakan. “Selalu saja yang menjadi masalah di situ tapi sekarang di ITB sedang dilakukan riset untuk menciptakan
green biodiesel sehingga ini betul-betul murni menjadi green avtur lagi,”tutur dia.

Menurut Abraham, konversi ke biodiesel adalah salah astu inovasi karena pemilihan dan penggunaan
bahan bakar nabati selama ini sering diragukan. Biodiesel sering saja diangap masyarakat tidak cocok
dengan mesin terutama peralatan berat. “Proyek tersebut merupakan inisiasi bersama kami dengan Kementrian Perdagangam yang terus berupaya dalam menekan jumlah impor alat berat serta produk hankam yang sekaligus akan dapat meningkatkan produk yang bisa dieskpor ke luar negeri,”ujar dia.

Sementara itu tim peneliti yang dari ITB sekaranag ini tengah mengembangkan riset untuk memproduksi
bioavtur. Bahan bakar yang akan digunakan untuk pesawat terbang ini menggunakan campuran minyak
kelapa sawit. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito sangat berharap bahwa penelitian tersebut bisa benar-benar diselesaikan tahun ini. Dia juga meminta bahwa tim peneliti akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah terkait pengembangan ini.

“Akhir tahun ini saya minta sudah ada, bagaimana langkah dan apa yang diperlukan. Kalau untuk masalah
produksinya kapan, biarlah pak rektor (ITB) lapor dulu pada pak Presiden,”tambahnya. ( Aldy / Klik Bandung )

Related posts

Solusi Dari Menperin Bagi Industri Tekstil Majalaya Untuk Tingkatkan Produktivitas

admin

Mimpi Ridwan Kamil untuk Dapat Mewujudkan Citarum Harum

admin

Berbagi 10 Ribu Nasi, Relawan Jawa Barat Dapat Apresiasi Dari ORI

admin