Image default
Home » Lagi, Terjadi Kasus Tunanetra Pemain Keyboard Yang Ditipu Oleh Pengguna Jasanya
Kabar Kabupaten Bandung

Lagi, Terjadi Kasus Tunanetra Pemain Keyboard Yang Ditipu Oleh Pengguna Jasanya

Seorang pemain keyboard yang memiiliki keterbatasan penglihatan mengalami sebuah kejadian yang
kurang mengenakkan. Rizki Ramdani menjadi korban penipuan karena keterbatasan yang ia miliki.

Keterbatasan penglihatan Rizki dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab ketika pelaku
kejahatan yang dengan tega mencuri alat musik keyboard yang biasa dia gunakan untuk bekerja.

Hal tersebut terjadi karena selama ini Rizki Ramdani mencari penghasilan sehari-hari dengan membuka
jasa musik hiburan. ” Pada hari Kamis (13/9/2018) saya ditelefon oelh seorang perempuan. Namanya
adalah Feronica. Dia mengaku bahwa mendapat nomor saya dari teman guru disalah satu sekolah,
kebetulan saya menjadi seorang guru honorer. Dia lalu mengajak saya bertemu dan setelah kita bertemu
dia menawarkan kepada saya untuk dapat mengisi dalam sebuah acara musik hiburan di tiga acara yang
berbeda., dan salah satunya acara tersebut digelar pada Kamis sore,” ujar Rizki.

Setelah selesai berpamitan, tak lama kemudian akhirnya Feronica kembali menelefon Rizki. Perempuan
tersebut mengatakan akan menjemput kemudian mengantar Rizki ke tempat acara tersebut.

“Akhirnya setelah ditelefon saya dijemput oelh seorang laki-laki yang mengaku sebagai suami Feronica
dengan menggunakan sebuah sepeda motor. Ketika berkenalan dia mengaku sebagai Pak Lukas namanya.
Biasanya jika memakai sepeda motor, keyboard saya saya disimpan di tengah-tengah, kemudian saya
pegangi. Akan tetapi Pak Lukas tersebut meminta bahwa keyboard tersebut disimpan di bagian depan
sepeda motor,” kata Rizki ketika wawancara yang disarkan oleh Radio PRFM, (Sabtu 15/9/2018).

Sesampainya di lokasi acara yang dijanjikan tersebut, Rizki kembali bertemu dengan Feronica. Ketika
akan mengambil keyboardnya, Rizki selalu dihalangi oleh Feronica.

“Pada saat saya ingin mengambil keyboard,saya ditahan oleh si perempuan. Dia bilang, biar saja nanti
diambilkan oleh suaminya. Setelah itu, si perempuan tersbeut pergi dengan alasan mau mengambil
pesenan kue. Karena tidak juga kunjung kembali akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada
seorang pelayan. ‘Mas keyboard saya sudah ada di dalam?’ Saya bertanya karena saya tidak bisa melihat.
Pelayan tadi bilang tidak ada, tapi saya masih tenang. Saya pikir keyboard saya terbawa. Hingga pada
akhirnya si pelayan tersebut datang lagi, seraya berkata bahwakedainya mau tutup” tuturnya.

“Hingga akhirnya saya mencoba kembali untuk menghubungi Feronica. Dia bilang dia sedang di jalan
untuk ambil kue tadi dan meminta saya untuk bersabar. Setelah saya tunggu hingga beberapa saat tetap
saja tidak ada. Saat saya coba kembali menghubunginya lagi, nomor telepon yang tadi saya telfon sudah
tidak aktif. Disitu saya sadar bahwa ternyata keyboard saya sudah dibawa kabur,” katanya.

Rizki juga mengatakan bahwa kasus-kasus seperti itu bukan hanya sekali dua kali terjadi dan tidak hanya
menimpa dirinya. Teman-teman yang memiliki keterbatasan melihat yang juga membuka jasa musik
hiburan banyak mengalami nasib sama. ( Aldy / Klik Bandung )

Related posts

Seorang Oknum PNS Wanita Nekat Gabung Residivis, Jadi Begal Motor di Kamojang, Kabupaten Bandung.

admin

Lebih Dari 32 Ribu Meter Kubik Tanah Sedimen yang Diangkat dari Sungai Citarum Sejak Akhir Agustus 2018.

admin

Menjelang Laga Duel Seru Persib Bandung Vs Arema Fc, Tuan Rumah Lebih “Diunggulkan”. Mengapa?

admin