Image default
Home » Solusi Dari Menperin Bagi Industri Tekstil Majalaya Untuk Tingkatkan Produktivitas
Jabar Kabar

Solusi Dari Menperin Bagi Industri Tekstil Majalaya Untuk Tingkatkan Produktivitas

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa yang pada saat bersamaan mendampingi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto pada saat melaksanakan kunjungan kerja ke UPT Tekstil Majalaya, Jalan Kondang No. 41, Majalaya, Kabupaten Bandung, pada hari Selasa (18/9 2018).

Dalam kunjungannya tersebut diadakanlah sebuah dialog bersama para pelaku usaha UMKM Komunitas Pangsa Pasar Tekstil dan Produksi Tekstil (TPT) yang terdapat di Majalaya. Iwa pada saat itu juga menjelaskanbahwa industri tekstil saat ini masih memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa tumbuh dan berkembang di masa depan.

Karena itu, berdasarkan dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) pada 2015-2035, sector tekstil ini menjadi prioritas dalam pengembangannya untuk bisa lebih mampu lagi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi nasional.

“Pada kesempatan kali ini adalah salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah dalam upaya mendorong serta memajukan industri tekstil dan produk tekstil dalam menerapkan produksi bersih di dalam industrinya. Diharapkan dengan meningkatkan daya saing produknya di pasar lokal maupun mancanegara, tentu akan dapat meningkatkan efektifitas produksi meskipun nanti harga bahan bakunya tersebut juga tinggi” ujar Iwa.

Adalagi Ketua Umum TPT Majalaya Aep Hendar juga menuturkan keluhannya akan banyaknya pelaku industri didaerah Majalaya dan sekitarnya dengan menurunnya potensi UMKM, hal tersebut terjadi karena mahalnya bahan baku benang tenun, suku cadang, serta biaya produksi yang dapat berimbas pada harga jual produk. Hal itu juga akan bisa dipengaruhi dengan adanya naik turun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

“Kenaikan harga bahan baku tersebut tentu tidak sejalan lurus dengan adanya kenaikan harga jual hasil produk. Disisi lain yang menjadi sangat sulit lagi yaitu untuk dapat menyesuaikan dengan bahan baku. Mengingat bahan baku tersebut merupakan komponen yang terbesar hingga 40% dari HPP,” ujar Aep. “Beberapa anggota kami juga sudah mulai untuk mengurangi kapasitas produksinya, ada anggota yang telah mengurangi kapasitas produksi, ada juga anggota yang lebih memilih utuk berhenti sementara menunggu harga stabil, dan sisanya sebagian karyawan juga kami rumahkan,” imbuhnya. ( Aldy / Klik Bandung )

Related posts

Persib Lawan Persebaya, Tanpa Bauman dan Febri

admin

Dari 1.085 Formasi, Pemprov Jabar Buka Jatah Guru Paling Banyak

admin

Muchlis Hadi ditunjuk Mario Gomez jadi Striker Melawan Persebaya

admin